Abstract:
Bahan pakan biji-bijan seperti jagung dan bungkil kedelai
merupakan bahan utama dalam pakan unggas yang menyediakan nutrien
penting bagi unggas untuk hidup pokok dan pertumbuhan. Sebagian besar
fraksi karbohidrat yang ada dalam biji-bijian terdiri dari komponen yang sulit
dicerna sehingga mempunyai efek anti nutrien. Non Starch Polysaccharides
(NSP) merupakan karbohidrat kompleks yang terlihat pada endosperm
dinding sel dari biji-bijian. Ayam broiler tidak memiliki enzim untuk memecah
NSP, sehingga ditambahkan enzim xylanase untuk membantu dalam
mencerna pakan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh
penambahan enzim xylanase terhadap konsumsi pakan, pertambahan
bobot badan, dan konversi pakan ayam broiler. Sebanyak 100 ekor DOC
broiler strain Lohman dengan rerata bobot 42,92 ± 1,17 gram dipelihara
selama 35 hari. Penelitian menggunakan rancangan acak lengkap (RAL)
terdiri dari empat perlakuan dan lima ulangan masing-masing 5 ekor.
Perlakuan yang diberikan antara lain P0 = pakan basal tanpa penambahan
enzim xylanase, P1 = pakan basal + penambahan 0,05% enzim xylanase,
P2= pakan basal + penambahan 0,10% enzim xylanase, P3 = pakan basal
+ penambahan 0,15% enzim xylanase. Data dianalisis menggunakan
analisis variansi (ANOVA) dan uji lanjut Duncan Muttiple Range Test. Hasil
penelitian menunjukkan bahwa penambahan enzym xylanase dalam pakan
berbeda nyata (P≤0,05) meningkatkan pertambahan bobot badan dan
menurunkan konversi pakan, tetapi tidak berbeda nyata(P˃0,05) terhadap
konsumsi pakan. Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa penambahan
enzim xylanase sebesar 0,05% (P1) merupakan level terbaik untuk
meningkatkan pertambahan bobot badan dan menurunkan konversi pakan
ayam broiler, tanpa memberikan pengaruh buruk terhadap konsumsi
pakan.